Senin, 02 Januari 2017

Wildlife Rescue Center Wisata Cocok Untuk Anak Dan Dewasa Di Kulonprogo

Area seluas 13 hektar di Perbukitan Menoreh terpilih menjadi tempat rehabilitasi satwa liar. Meskipun namanya telah berganti menjadiWildlife Rescue Centeratau WRC, tetap saja masyarakat lebih mengenalnya dengan nama Pusat Penyelamatan Satwa Jogjakarta (PPSJ). Ada berbagai satwa liar yang menghuni tempat konservasi ini dan sebagian besar adalah orang utan. Bahkan telah dibangundomekhusus dengan diameter 125 meter untuk hewan yang keberadaannya hampir punah ini.Domedengan kapasitas kurang lebih 200 orang utan ini dibuat menyerupai habitat aslinya, hutan tropis. Tak hanya sebagai tempat pelestarian hewan liar, WRC juga menjadi salah satu objek wisata pendidikan yang lengkap denganfasilitas seminar, pelatihanoutbond,eco-wisata serta akomodasi. Lihat alamat dan peta lokasinya diWildlife Rescue Center (WRC)Cara menuju ke sana:dari kota Jogja - perempatan Ring Road Demak Ijo - Jl. Godean - Pasar Godean - jembatan Sungai Progo - Pasar Kenteng - Nanggulan - ikuti papan petunjuk jalan menuju PPSJ (papan petunjuknya belum diubah) -Wildlife Rescue Center
SF : TempatPlesir.com

POWY ADVENTURE Blusukan Wisata Di Kedung Tolok Selopamioro Imogiri Bantul

Ayo merapat di Air terjun bertingkat "Kedung Tolok" yang terletak di Dusun Kajor Kulon/Siluk 1, Seopamioro, Imogiri, Bantul, Yogyakarta, dengan tempat yang sejuk, bersih, terjangkau,dan akses jalan yang mudah, tanpa harus jalan kaki jauh.

DOKUMENTASI FOTO : HARJONO

Jumat, 30 Desember 2016

POWY ADVENTURE Blusukan Wisata Di Jurang Pulosari Pajangan Bantul

Bisa dikatakan Jurang Pulosari adalah contoh dari sebuah tempat terselinap yang lantas
ramai dikunjungi akibat media sosial. Karena ‘kemurahan hati’ para pengunggah foto di instagram, facebook, twitter dan sebagainya, tempat yang awalnya hanya sebagai kolam mandi warga setempat pun bisa dikunjungi oleh khalayak ramai. Bingkai wisata di sana akhirnya bergeliat yang kemudian kelompok masyarakat desa mengelolanya sebagai pariwisata desa.
Saya berkunjung pada sebuah hari cerah ke Jurang Pulosari yang terletak di ujung dusun Krebet, Desa Sendangsari, Kec. Pajangan, Bantul. Sesungguhnya daerah Krebet telah dikenal luas sebagai sentra kerajinan kayu dan batik di Yogyakarta. Keberadaan jurang yang dialiri air sehingga pantas disebut air terjun ini melengkapi khasanah alam dari kampung yang telah ditahbiskan sebagai desa wisata Krebet.
Jika menginginkan ketinggian, air terjun yang mengucur setinggi 5 meter ini bukanlah pelampiasannya. Namun, jika mendamba kesegaran, saya rasa tempat ini sanggup memenuhi kebutuhan tersebut. Air jatuh pada tebing yang berongga sebagai sebuah tirai stalagtit lantas menimpa kolam hijau menyegarkan. Dikelilingi asrinya alam yang masih terjaga membuat sepenggal waktu di Jurang Pulosari sangat bermakna untuk relaksasi kehidupan.
“Dalam sehari yang datang kesini tidak bisa berhenti. Tidak hari libur atau hari biasa. Ada saja yang datang, dari jam 6 pagi hingga jelang maghrib.” ungkap ibu penjual air legen.
Keramaian Jurang Pulosari adalah berkah bagi ibu yang tak mau diminta namanya ini. Pada terik siang yang terus digelontorkan pengunjung bertebaran, saya pun lebih menikmati Jurang Pulosari dengan kesegaran segelas legen yang dihargai Rp 2.500. Begitu murah meriah. Saya pikir, sepatutnya sebuah daerah ‘mblushuk’ yang jadi ramai gegara medsos ini punya hak untuk membuat kegiatan ekonomi warganya berkembang.
Coba setiap pengunjung datang ke lokasi tak sekedar asyik hanya menjepret dirinya dan momen selfie bersama kawannya lalu menggunggah ke media sosial untuk lantas dikomentar kawannya lain. “Wow keren, dimana itu? Aku mau kesana ah” Coba juga setiap pengunjung turut membelanjakan receh uangnya untuk membeli jajan minuman dan makanan di lapak-lapak warga di Jurang Pulosari. Tidakkah itu bagus? Bagus bisa berbagi kebahagiaan dan mengkonversinya jadi pendapatan bagi warga setempat.
Namun, saya lihat nyatanya banyak pengunjung telah membawa tas kresek beserta isinya berlabel dari salah satu waralaba minimarket. Pasti mereka telah membawa bekal untuk dinikmati di Jurang Pulosari. Anggap mereka mungkin tak perlu lagi jajan di lokasi wisata karena sudah ada bekal dari rumah, eh dari toko lebih tepatnya. Ketika telah habis bekalnya, tak sedikit yang sampahnya yang dibuang sembarangan.
Oh.. Ya beginilah kadang yang membuat saya sedih. Datang ke lokasi bagus dimana telah banyak warga mencari rejeki dari geliat wisata, namun masih banyak pengunjung yang ‘pelit’ mengalirkan uangnya. Datang karena lihat dari media sosial lalu sebagai bukti eksistensi, mereka dengan ekspresifnya berselfie dan kemudian diupload di akun pribadinya di media sosial. Setelah itu, ya sudah. Semacam tak perlu ‘berinteraksi’ dengan warga yang mencari peruntungan dari makin dikenalnya ‘tempat wisata’ ini. Di situ, kadang saya merasa sedih…
Catatan:
- Jurang Pulosari bisa diakses dari Yogyakarta dan Bantul dengan terlebih dulu menuju Kampung Krebet, Sendangsari, Kec. Pajangan. Jalan sudah aspal. Kemudian di Krebet sudah tersedia papan petunjuk Jurang Pulosari.
- Lokasi Jurang Pulosari bisa dicari pada titik koordinat GPS -> -7.860925, 110.287192

Dokumentasi Foto : Harjono

Selasa, 27 Desember 2016

Ada Yang Baru Di Kab.Kulonprogo Curug Gandu Namanya | Di Kutip Oleh Harjono

wooww..ada yang baru di kabupaten kulonprogo ..namanya curug gandu , curug ini terletak di daerah kaliduren ,jarakan , Kebonharjo ,Samigaluh , Kulonprogo , Yogyakarta..
Tepatnya Perbatasan dengan Jogja-Jawa Tengah..

Jangan Lupa Untuk Di Kunjungi ..
Dikutip oleh : Harjono
S : Yunita

Minggu, 25 Desember 2016

Bukit Pethu Waduk Sermo Spot Terbaru & Trend Di Kab. Kulonprogo

– Waduk Sermo, danau buatan yang diresmikan pada tahun 1996 ini mamang memiliki peotensi wisata yang besar.
Luasnya yang mencapai 157 hektar dengan hijaunya perbukitan Menoreh yang mengelilinginya menghasilkan pemandangan yang begitu menawan.
Dengan potensi yang dimilikinya tersebut, saat ini masyarakat sekitar waduk Sermo mulai menggarap sektor pariwisata secara lebih serius. Hal ini terlihat dari mulai bermunculannya obyek wisata baru di sekitar waduk.
Salah satu obyek wisata baru yang bisa wisatawan kunjungi di waduk Sermo adalah Bukit Pethu.
Obyek wisata ini berada persis di tepi waduk Sermo dan masuk ke dalam wilayah Dusun Tegalrejo, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo.
Obyek wisata yang memiliki nama resmi Pesona Bukit Pethu Waduk Sermo ini memilik dua buah gardu pandang menghadap langsung waduk sebagai ikonnya.
Adalah para pemuda anggota karang taruna dusun Tegalrejo yang pertama kali memiliki inisiatif membangun obyek wisata ini.
“Dalam membangun ini semua, kami memang terinspirasi dari wisata Kalibiru,” ujar Heri Antana, salah satu pengelola obyek wisata Bukit Pethu.
Lebih lanjut Hari menjelaskan, dia bersama anggota karang taruna lainnya ingin menghadirkan tempat wisata dimana para wisatawan bisa menikmati waduk Sermo dari dekat.
Layaknya di Kalibiru, wisatawan bisa memanfaatkan dua buah gardu pandang yang masing-masing memiliki tinggi kurang lebih 2,5 meter sebagai lokasi foto-foto dengan latar belakang waduk Sermo dan hijaunya perbukitan Menoreh.
Demi keamanan pengunjung di masing-masing gardu pandang terdapat alat pengaman, sehingga wisatawan tidak perlu was-was saat berada di atas.
Demi kenyamanan para pengunjung, pihak pengelola juga menyediakan beberapa gazebo kecil yang bisa digunakan untuk bersantai para wisatawan. Selain itu, beberapa penjual makanan dan minuman juga hadir di tempat wisata ini.
Setiap harinya Bukit Pethu ini bisa dikunjungi wisatawan dari jam 08.00 pagi hingga 17.00. Meski baru beroperasi sejak Juni 2016 ini, jumlah kunjungan tempat ini cukup lumayan, yakni 100 orang per hari.
Anda tidak perlu bingung untuk mencapai Bukit Pethu, karena lokasinya mudah ditemukan.
Dengan mengelilingi jalan lingkar Waduk Sermo dan mengikuti papan petunjuk yang disiapkan pengelola anda akan dengan mudah menemukannya.

Sumber Foto : Harjono

Jumat, 23 Desember 2016

Gardu Pandang Watu Lumbung Kretek Bantul

Dikutip Oleh : Harjono
Gardu Pandang watu lumbung menyimpan spot pariwisata yang hijau di perbukitan parangtritis .Tempat ini juga menyediakan kedai wedangan di area watu lumbung..
anda bisa melihat jembatan parangtritis dari ketinggian 300meter dari perbukitan watu lumbung ..
Area wisata Watu lumbung ada di Timur Jembatan gantung parangtritis kurang lebih 500meter..
untuk menuju kesana dari jembtan parangtritis ketimur 200meter ada pertigaan kanan jalan lurus naik keselatan..
Fotografer : Aji Rachmat
Salam Powy
Salam Piknik

Kamis, 22 Desember 2016

Jurang Pulosari Air Terjun Musiman Di Pajangan Bantul

Bisa dikatakan Jurang Pulosari adalah contoh dari sebuah tempat terselinap yang lantas
ramai dikunjungi akibat media sosial. Karena ‘kemurahan hati’ para pengunggah foto di instagram, facebook, twitter dan sebagainya, tempat yang awalnya hanya sebagai kolam mandi warga setempat pun bisa dikunjungi oleh khalayak ramai. Bingkai wisata di sana akhirnya bergeliat yang kemudian kelompok masyarakat desa mengelolanya sebagai pariwisata desa.
Saya berkunjung pada sebuah hari cerah ke Jurang Pulosari yang terletak di ujung dusun Krebet, Desa Sendangsari, Kec. Pajangan, Bantul. Sesungguhnya daerah Krebet telah dikenal luas sebagai sentra kerajinan kayu dan batik di Yogyakarta. Keberadaan jurang yang dialiri air sehingga pantas disebut air terjun ini melengkapi khasanah alam dari kampung yang telah ditahbiskan sebagai desa wisata Krebet.
Jika menginginkan ketinggian, air terjun yang mengucur setinggi 5 meter ini bukanlah pelampiasannya. Namun, jika mendamba kesegaran, saya rasa tempat ini sanggup memenuhi kebutuhan tersebut. Air jatuh pada tebing yang berongga sebagai sebuah tirai stalagtit lantas menimpa kolam hijau menyegarkan. Dikelilingi asrinya alam yang masih terjaga membuat sepenggal waktu di Jurang Pulosari sangat bermakna untuk relaksasi kehidupan.
“Dalam sehari yang datang kesini tidak bisa berhenti. Tidak hari libur atau hari biasa. Ada saja yang datang, dari jam 6 pagi hingga jelang maghrib.” ungkap ibu penjual air legen.
Keramaian Jurang Pulosari adalah berkah bagi ibu yang tak mau diminta namanya ini. Pada terik siang yang terus digelontorkan pengunjung bertebaran, saya pun lebih menikmati Jurang Pulosari dengan kesegaran segelas legen yang dihargai Rp 2.500. Begitu murah meriah. Saya pikir, sepatutnya sebuah daerah ‘mblushuk’ yang jadi ramai gegara medsos ini punya hak untuk membuat kegiatan ekonomi warganya berkembang.
Coba setiap pengunjung datang ke lokasi tak sekedar asyik hanya menjepret dirinya dan momen selfie bersama kawannya lalu menggunggah ke media sosial untuk lantas dikomentar kawannya lain. “Wow keren, dimana itu? Aku mau kesana ah” Coba juga setiap pengunjung turut membelanjakan receh uangnya untuk membeli jajan minuman dan makanan di lapak-lapak warga di Jurang Pulosari. Tidakkah itu bagus? Bagus bisa berbagi kebahagiaan dan mengkonversinya jadi pendapatan bagi warga setempat.
Namun, saya lihat nyatanya banyak pengunjung telah membawa tas kresek beserta isinya berlabel dari salah satu waralaba minimarket. Pasti mereka telah membawa bekal untuk dinikmati di Jurang Pulosari. Anggap mereka mungkin tak perlu lagi jajan di lokasi wisata karena sudah ada bekal dari rumah, eh dari toko lebih tepatnya. Ketika telah habis bekalnya, tak sedikit yang sampahnya yang dibuang sembarangan.
Oh.. Ya beginilah kadang yang membuat saya sedih. Datang ke lokasi bagus dimana telah banyak warga mencari rejeki dari geliat wisata, namun masih banyak pengunjung yang ‘pelit’ mengalirkan uangnya. Datang karena lihat dari media sosial lalu sebagai bukti eksistensi, mereka dengan ekspresifnya berselfie dan kemudian diupload di akun pribadinya di media sosial. Setelah itu, ya sudah. Semacam tak perlu ‘berinteraksi’ dengan warga yang mencari peruntungan dari makin dikenalnya ‘tempat wisata’ ini. Di situ, kadang saya merasa sedih…
Catatan:
- Jurang Pulosari bisa diakses dari Yogyakarta dan Bantul dengan terlebih dulu menuju Kampung Krebet, Sendangsari, Kec. Pajangan. Jalan sudah aspal. Kemudian di Krebet sudah tersedia papan petunjuk Jurang Pulosari.
- Lokasi Jurang Pulosari bisa dicari pada titik koordinat GPS -> -7.860925, 110.287192