Kamis, 22 Desember 2016

Curug Lepo , Curug Yang Masih Alami Di Dalam Pedesaan Pokoh Dlingo Bantul

Semua anak senang main air jadi tidak ada salahnya orangtua menyenangkan anak dengan mengajak mereka berwisata ke tempat dengan air yang berlimpah seperti Curug Lepo. Lepo merupakan singkatan dari Ledok Pokoh karena memang air terjun ini berada di desa Ledok Pokoh yang merupakan bagian dari wilayah Dlingo, Bantul, Jogja. Banyak hal yang bisa Anda bagi bersama anak Anda ketika berkunjung ke air terjun ini.
Suasana Pedesaan
Curug Lepo berada di area pedesaan dan tak jauh dari perkampungan warga. Suasana pedesaan yang nyaman dan asri bisa langsung Anda rasakan begitu memasuki area dusun Ledok Pokoh. Penduduk yang ramah dan tak sungkan berbalas sapa bisa mengajarkan anak untuk senantiasa menyapa dan ramah pada orang lain.
Teduh Pepohonan
Setelah menitipkan kendaraan di area parkir yang dikelola warga setempat, Anda bisa melanjutkan perjalanan menyusuri jalan setapak sederhana yang sudah disemen menuju air terjun. Anda tak perlu khawatir Anda dan anak Anda akan bosan selama berjalan kaki menuju lokasi air terjun karena pepohonan yang rapat dan rindang mampu memberi keteduhan tidak hanya selama perjalanan menuju air terjun melainkan juga ketika berada di air terjun.
Empat Kolam, Tiga Air Terjun
Sesampainya di area air terjun, Anda akan disambut dengan empat buah kolam dengan air berwarna kehijauan yang membuat Anda dan anak-anak tak sabar untuk segera menceburkan diri dan bermain air di dalamnya. Keempat kolam tersebut tidak berukuran besar, tetapi terlihat cantik karena bertingkat dengan dihubungkan oleh tiga air terjun rendah. Kolam-kolam yang dinaungi oleh teduh pepohonan membuat Anda betah bermain air bersama anak-anak di Curug Lepo.
Kolam pertama yang paling luas mempunyai kedalaman dua meter dan biasanya dijadikan area berenang oleh remaja dan orang dewasa. Anak-anak disarankan berenang di kolam kedua dengan tebing batu eksotis dan kolam keempat yang merupakan kolam paling dangkal. Kolam keempat mempunyai kedalaman yang hampir sama dengan kolam pertama meskipun ukurannya jauh lebih kecil.
Fasilitas
Meskipun dikelola oleh warga setempat, Curug Lepo sudah memiliki fasilitas yang cukup memadai termasuk jalan setapak dan tangga batu yang sudah tersusun rapi sehingga memudahkan pengunjung termasuk pengunjung anak-anak untuk menjelajah area air terjun dengan lebih mudah dan aman. Selain itu, ada pula fasilitas toilet dan beberapa warung penjaja makanan. Anda juga bisa menemukan persewaan pelampung jika Anda tidak mempunyai kemampuan berenang, tetapi ingin merasakan nikmatnya bermain air di tengah kolam alami.
Membayar Seikhlasnya
Satu hal menarik yang bisa Anda temukan di Curug Lepo adalah biaya masuk area air terjun yang bisa disesuaikan dengan keikhlasan pengunjung. Pengelola tak mematok harga tertentu sebagai biaya masuk area air terjun. Anak-anak bisa belajar keikhlasan ketika berkunjung ke tempat wisata anak ini.
Rute
• Imogiri-Hutan Pinus Mangunan-Perempatan Terong (kanan)-Pertigaan arah Playen (lurus)-cari dusun Pokoh hingga menemukan plang tulisan Curug Lepo.
• Patuk (dari Bukit Bintang)-Perempatan GCD FM (kanan)-Pandeyan-Perempatan Terong (kiri)-cari dusun Pokoh.
Tips
• Jangan lupa membawa pakaian ganti dan handuk.
• Sebaiknya berkunjung ke Curug Lepo ketika musim penghujan tiba jika ingin puas main air. Debit air di air terjun dan kolam lebih banyak saat musim penghujan.

Sumber Foto : Pakdhe Prenggo
Di Poskan oleh : Harjono

Jurang Tembelan Dlingo Spot Bagus Berburu Sunset Dan Panorama Pegunungan

Lokasi Jurang Tembelan Dlingo - kawasan Mangunan memang memiliki banyak spot bagus untuk berburu sunset dan panorama pegunungan. Setelah terkenal sebagai negeri di atas awan, gardu pandang Mangungan yang terletak di komplek Kebun buah Mangunan memang menjadi buruan wisatawan baik lokal maupun internasional untuk berburu sunrise dan juga kabut di pagi hari. Di daerah mangunan memang tak hanya Gardu pandang Mangunan saja yang terkenal, ada lagi lainnya yaitu Bukit Panguk Kediwung, Bukit Mojo, dan yang terbaru adalah Jurang Tembelan. Nama terakhir adalah spot wisata baru di dekat mangunan yang mengadopsi konsep seperti Bukit Panguk. Jurang Tembelan masih tergolong sepi karena belum lama dikembangkan, namun akhir akhir ini menjadi hits di sosial media karena gardu pandangnya yang unik dan pemandangan yang tak kalah bagusnya jika dibanding dengan bukit Panguk atau Mangunan.
View pemandangan di Jurang Tembelan (foto IG : @gunawanwicaksana28)
Lokasi Jurang Tembelan
Lokasi spot baru untuk menikmati pesona sunrise atau negeri di atas awan dengan kabut pagi hari ini berada tak jauh dari Kebun Buah Mangunan. Tepatnya berada di sebelah timur. Lokasi Jurang Tembelan ini di sebelah bawah area masuk Gardu Pandang Mangunan. Dari jalan sudah kelihatan plang penunjuk ke Jurang Tembelan jadi mempermudah bagi wisatawan yang sedang mencari tempat wisata baru ini.
Foto : Darmasto Randika
Dikutip oleh : [ Harjono ]

Basecamp POWY Gunungkidul RM Hervira Seafod Menyediakan Papan Selancar Bodyboard

Pantai nguyahan mempunyai cerita tersendiri dan sejarah asal muasal Pantai nguyahan.
Pantai nguyahan sejak jaman Belanda terkenal akan pembuatan garamnya secara tradisional, garam dalam bahasa jawanya adalah uyah dan orang jawa sendiri menamakan pantai ini nguyahan yang berarti sebagai tempay pembuatan garam dan dahulu kala para Belanda memungut upeti dari para pembuat uyah yang ada di sini.
Di pantai nguyahan ini situasinya masih sangat sepi walaupun pantai sebelahnya sudah sangat terkenal seperti Ngobaran karena pantai ini letaknya tersembunyi dengan di apit pegunungan yang menjulang tinggi sehingga seakan menyembunyikan keindahan pantai ini. Sangat cocok buat wisata keluarga memang lokasinya tidak terlalu luas tidak seperti pantai sepanjang dan juga Pantai Wediombo namun di pantai ini anda dapat puas bermain di pasir juga menangkap ikan kecil-kecil yang ada disini. Selain masih sepi pantai ini juga bisa Anda nikmati dari bukit yang ada gazebonya di temani minuman kelapa muda bercanda gurau ke pantai lepas dan alam sekitar ketika saya menoleh kebelakang berjajar gunung seribu mengitari pantai ini, dari sini juga bisa melihat jajaran rumah para nelayan.
Di pantai nguyahan ini kelihatannya baru di bangun oleh pihak masyarakat setempat kelihatan dari perapian jalan yang belum beraspal namun membuat situasi di sekitar sini menjadi sangat alami, rapi, dan juga eksotis. Di kala saya sedang liburan bersama keluarga disini saya juga melihat ada seorang warga yang memancing yang katanya untuk mencari hasil tambahan, tidak hanya memancing namu katanya juga memasang perangkap untuk menjaring lobster.
Di pantai nguyahan juga bisa untuk ber camping bagi anda yang ingin menikmati suasana angin malam di pantai ini anda bisa untuk mencoba camping, dengan catatan harus menjaga lingkungan sekitar.
Pantai nguyahan tidak terlalu jauh dari pantai Ngobaran hanya berbatasan dengan bukit yang jaraknya kurang lebih 300 meter. Nah kalau anda masih ada waktu boleh dong sekalian jalan mampir ke Pantai Ngobaran yang sudah terkenal banyak orang menyebut sebagai pantai yang ada di Bali dengan adanya pure di pantai ini, penasaran? Silahkan untuk mampir ke pantai Ngobaran.

Untuk Info Persewaan Selancar maupun alat bodyboard dan lainnya anda bisa datang di rumah makan hervira seaffod di seputaran pantai nguyahan dengan menghubungi mas Heru ..
cukup dengan 20ribu anda bisa main bodyboard sepuasnya

Bukit Pethu Kulonprogo Spot Selfi Di Wilayah Waduk Sermo

– Waduk Sermo, danau buatan yang diresmikan pada tahun 1996 ini mamang memiliki peotensi wisata yang besar.
Luasnya yang mencapai 157 hektar dengan hijaunya perbukitan Menoreh yang mengelilinginya menghasilkan pemandangan yang begitu menawan.
Dengan potensi yang dimilikinya tersebut, saat ini masyarakat sekitar waduk Sermo mulai menggarap sektor pariwisata secara lebih serius. Hal ini terlihat dari mulai bermunculannya obyek wisata baru di sekitar waduk.
http://jogja.tribunnews.com/
Salah satu obyek wisata baru yang bisa wisatawan kunjungi di waduk Sermo adalah Bukit Pethu.
Obyek wisata ini berada persis di tepi waduk Sermo dan masuk ke dalam wilayah Dusun Tegalrejo, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo.
Obyek wisata yang memiliki nama resmi Pesona Bukit Pethu Waduk Sermo ini memilik dua buah gardu pandang menghadap langsung waduk sebagai ikonnya.
Adalah para pemuda anggota karang taruna dusun Tegalrejo yang pertama kali memiliki inisiatif membangun obyek wisata ini.
“Dalam membangun ini semua, kami memang terinspirasi dari wisata Kalibiru,” ujar Heri Antana, salah satu pengelola obyek wisata Bukit Pethu.
Lebih lanjut Hari menjelaskan, dia bersama anggota karang taruna lainnya ingin menghadirkan tempat wisata dimana para wisatawan bisa menikmati waduk Sermo dari dekat.
Layaknya di Kalibiru, wisatawan bisa memanfaatkan dua buah gardu pandang yang masing-masing memiliki tinggi kurang lebih 2,5 meter sebagai lokasi foto-foto dengan latar belakang waduk Sermo dan hijaunya perbukitan Menoreh.
Demi keamanan pengunjung di masing-masing gardu pandang terdapat alat pengaman, sehingga wisatawan tidak perlu was-was saat berada di atas.
http://jogja.tribunnews.com/
Demi kenyamanan para pengunjung, pihak pengelola juga menyediakan beberapa gazebo kecil yang bisa digunakan untuk bersantai para wisatawan. Selain itu, beberapa penjual makanan dan minuman juga hadir di tempat wisata ini.
Setiap harinya Bukit Pethu ini bisa dikunjungi wisatawan dari jam 08.00 pagi hingga 17.00. Meski baru beroperasi sejak Juni 2016 ini, jumlah kunjungan tempat ini cukup lumayan, yakni 100 orang per hari.
Anda tidak perlu bingung untuk mencapai Bukit Pethu, karena lokasinya mudah ditemukan.
Dengan mengelilingi jalan lingkar Waduk Sermo dan mengikuti papan petunjuk yang disiapkan pengelola anda akan dengan mudah menemukannya.

Foto : Boy Ananta

Rabu, 07 Desember 2016

Goa Surocolo Bantul , Menyimpan Misteri Keraton Gaib

Gua Surocolo lebih dikenal dengan sebutan Gua Sunan Mas. Kisahnya, yang populer juga lebih menonjolkan keterkaitannya sebagai petilasan bertapa Sunan Mas. Tak lain Sunan Mas adalah Sunan Mangku Rat III, Raja Mataram Hadiningrat zaman Kartosuro. Ternyata Gua Sunan Mas menyimpan misteri Keraton Gaib Naga Raja dan ritual pesugihan.
Selama ini, Gua Surocolo atau Gua Sunan Mas hanya dikenal sebatas kisah asal-usul Nyi Rondho yang
melahirkan bocah sakti bernama Joko Umar. Nun di kala geger Trunojo tahun 1674 yang meruntuhkan Keraton Mataram Hadiningrat di Plered, Joko Umar membuat Gua Sunan Mas hanya dengan cara mengeruknya dengan bathok atau cangkang buah kelapa. Karena kesaktiannya, anak keturunan Joko Umar kemudian memperoleh kemuliaan sebagai tumenggung dan demang di wilayah Mataram.
Gua Surocolo berada di pedukuhan Ngreco, Pundong, Bantul, Yogyakarta. Pedukuhan itu merupakan kawasan hutan di utara Laut Selatan atau yang populer disebut Parangtritis. Kompleks Gua Surocolo tampak keramat, dengan dua buah pohon besar dan tua. Pohon Kepoh dan Pohon Randu Alas. Diperkirakan Pohon Randu Alas sudah berusia 350 tahun dan Pohon Kepoh berusia 250 tahun. Rutijo (38), pengurus Gua Surocolo mengatakan, perkiraan usia kedua pohon tersebut berasal dari keterangan Sultan HB X ketika berkunjung ke kawasan Surocolo.
Sementara itu, sebuah sendang di timur kedua pohon tua tersebut tampak mistis dengan hiasan arca kepala naga. Diperkirakan arca tersebut berasal dari zaman Keraton Mataram Plered.
Kompleks Gua Surocolo memang wingit. Kesaksian warga membenarkan adanya peristiwa ganjil yang sampai sekarang masih sering terjadi. Tempat keramat petilasan bertapa Sunan Mangku Rat III itu pun bahkan sampai kini sering digunakan sebagai tempat tirakat mencari pesugihan. Warga setempat tak menampik, sejumlah orang dari luar daerah sering datang bertirakat. Mandi kembang di sendang, dan beberapa hari kemudian kembali lagi untuk mengadakan selamatan dengan menyembelih seekor kambing.
Rutijo mengatakan, praktik ritual mencari pesugihan itu memang sudah berlangsung sejak lama. Justru karena seringnya orang dari luar daerah yang laku tirakat di kompleks Gua Surocolo, sejak tahun 1990-an warga kemudian mulai memperhatikan keberadaan Gua Surocolo. “Kami ingin tahu ritual apa yang dilakukan dan sejauh mana kebenaran rumor tentang ritual pesugihan itu. Memang, ada sebagian orang yang mengakui ritual tersebut bertujuan untuk mencari tuyul. Tetapi, ada juga yang meyakini adanya berkah kekayaan dari sang penunggu kompleks Gua Sunan Surocolo itu. Konon, penunggu kompleks Gua Surocolo adalah seekor ular naga bermahkota raja,” ujar Rutijo.

Goa Seplawan Purworejo , Situs Arca Peninggalan Sejarah

Di Kecamatan Kaligesing, tepatnya di Desa Donorejo, ada sebuah goa yang dinamakan Goa Seplawan dengan tinggi 700 meter bila diukur dari atas permukaan laut. Dari pusat kota Purworejo, pelancong hanya perlu menuju ke arah timur dan menempuh jarak 20 kilometer. Selain udaranya yang sejuk di kawasan goa, di dalam goanya sendiri ada beragam ornamen yang khusus, seperti gouwer dam, soda straw, helekit, stalaktit, flow stone, stalaktit, serta dinding-dinding goa yang memiliki ornamen dengan bentuk seperti kerangka ikan.
Panorama yang cantik menghiasi kawasan goa, termasuk hutan pinus yang kelihatan asri serta taman bunga yang pastinya menjadi favorit setiap pengunjung. Obyek wisata alam satu ini meraih popularitas setelah penemuan arca emas Dewi Pawestri dan Dewa Syiwa dengan berat 1,5 kilogram di tahun 1979. Kedua arca tersebut kemudian menjadi bagian dari koleksi Museum Nasional Jakarta. Goa ini tidak seperti goa-goa lainnya yang minim penerangan karena di dalamnya ada taman, listrik, serta MCK untuk kepentingan para wisatawan. Arena perkemahan dan gardu pandang juga sudah dibangun di kawasan ini sehingga makin lengkaplah fasilitas yang memenuhi kebutuhan setiap pengunjung.
Goa Seplawan buka dan menerima pengunjung dari jam 8 pagi hingga 5 sore.
Pengunjung hanya perlu membayar sebesar Rp 3 ribu untuk masuk ke goa dan Rp 2 ribu untuk biaya parkir.
SF : www.njogja.co.id