Gudeg Jogja paling enak dan terkenal yang wajib dikunjungi pertama adalah Gudeg Yu Djum. Gudeg ini termasuk salah satu gudeg Jogja yang paling terkenal akan cita rasanya yang enak dan maknyus. Diteruskan secara turun menurun dan sekarang sudah generasi ke-empat. Gudeg Yu Djum menyajikan gudeg kering yang terkenal memiliki rasa yang gurih dan lezat, cocok untuk dijadikan oleh-oleh. Lokasi dan alamat warung Gudeg Yu Djum terletak di sentra gudeg Jalan Wijilan, jalan Kaliurang km.4 (sentra gudeg Barek) dan di jalan Adisucipto. Warung Gudeg Yu Djum juga memberikan kesempatan kepada wisatawan asing dan domestik untuk dapat langsung melihat proses pembuatan Gudeg, atau bahkan terlibat dalam proses pembuatannya.
Salah satu rahasia kegurihan gudeg Yu Djum adalah gudegnya dimasak di kompor model lama yang apinya dari kayu bakar. Sama dengan gudeg lainnya, Gudeg Yu Djum disajikan dengan krecek pedas, ayam dan telor bumbu gudeg, termasuk tahu dan tempe bacem. Gudeg Yu Djum disajikan diatas daun pisang. Harumnya sangat khas gudeg, gurih yang berasal dari santan ditambah aroma gula merah. Manisnya cocok di lidah orang yang bukan orang Jawa dan para turis. Ditambah ayam kampung dan telornya yang kuat dengan rasa bumbunya yang meresap. Kreceknya bertekstur kering seperti gudegnya. Sedikit pedas dan santannya juga tidak kental terasa dimulut. Kalau mau lebih pedas, cabe rawit rebusnya menambah cita rasa pedasnya
Anekakuliner.com
Selasa, 29 November 2016
Wisata Kuliner Jogja | Gudeg Yu Djum [ powy_wisata_kuliner ]
Senin, 28 November 2016
JALAN JALAN DI BUKIT PANGUK KEDIWUNG | Dok. POWY.COM
Rute Menuju Bukit Panguk Kediwung – Dlingo, daerah yang terletak di deretan Pegunungan Sewu bantul kini bersolek menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Bantul, terutama untuk target wistawan lokal dan kawula muda. Setelah terkenal dengan curug Lepo, Puncak Becici, dan Kebun Buah Mangunan, kini Dlingo punya ikon wisata baru “Negeri di Atas Awan” Bukit panguk Kediwung. Dinamakan negeri di atas awan karena banyaknya pengunjung yang sering mengambil foto saat pagi hari dengan masih banyaknya fog atau kabut, sehingga terlihat seperti berada di atas awan. Spot Puncak Panguk Kediwung ini memang mengadopsi dari Gardu pandang Kebun Buah Mangunan yang sudah lebih dulu terkenal. Bedanya, di Bukit panguk Kediwung dibuatkan gardu pandang yang menjorok ke jurang sehingga angel foto benar benar bagus seperti di atas awan. Tak heran jika banyak yang penasaran ingin berkunjung ke bukit Panguk Kediwung dlingo untuk mendapatkan foto dengan background kabut pagi. Tapi masih banyak yang kebingungan menemukan wisata baru di Bantul ini karena belum mengetahui rute menuju Bukit Panguk Kediwung Dlingo ini, lantas di mana lokasinya?
Lokasi Bukit panguk Kediwung
Lokasi Bukit Panguk Kediwung Bantul
Lokasi Bukit panguk ini tak jauh dari Kebun Buah mangunan, masih satu deretan pegunaungan sehingga bisa dibayangkan seperti apa keindahannya. Bukit Panguk Kediwung tepatnya terletak di Kabupaten bantul, Kecamatan Mangunan, Desa Mangunan, Dusun Kediwung, jadi jelas sekali pengambilan nama wisata baru ini berdasarkan nama daerah tersebut. Sebenarnya, nama wsiata ini adalah Puncak Bukit lawang, namun justru “ketelah” Bukit Panguk Kediwung. Lokasi Bukit Panguk Kediwung ini sekitar 2 km dari Kebun Buah Mangunan, jadi jelas sekali rute menuju TKP dapat mengikuti arah ke kebun buah, namun bagi yang belum pernah menjelajah Negara Dlingo, nanti akan kami berikan detailnya.
Rute Menuju Bukit Panguk Kediwung Dlingo
Keindahan dan Fasilitas di Bukit Panguk Kediwung
Keindahan yang ditawarkan oleh objek wisata bukit panguk Kediwung ini adalah pemandangan panorama alam pegunaungan yang masih hjau. Deretan pegunungan Sewu perbatasan Kabupaten Bantul dan Gunung Kidul memang terhampar di depan mata. Melalui gardu pandang yang dibangun oleh pengelola setempat (Pokdarwis) akan memanjakan pengunjung dengan nuansa pegunungan yang masih asri. Gardu Pandang yang dibuat menjorok ke luar (red: jurang) juga memberikan banyak angle untuk mengambil spot foto terbaik. Selain itu terdapat juga beberapa bangku dan gazebo untuk sekedar duduk duduk bercengkrama bersama teman atau keluarga. Ada juga beberapa warung makan makanan ringan. Tips bagi para pengunjung agar mendapatkan background foto seperti negeri di atas awan, maka sebaiknya berkunjung di pagi buta, atau sekitar subuh.
Sunrise di Bukit Panguk Kediwung
Harga Tiket masuk Bukit panguk Kediwung bantul
Objek wisata baru di bantul ini memang belum lama diresmikan dan dibuka untuk umum, baru sekitar bulan Mei 2016 lalu. Harga tiket masuk Bukit Panguk Kediwung masih gratis dan belum ada retribusinya. Pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir sebesar Rp. 2.000/motor dan Rp. 5.000/mobil. Namun jika sobat traveler memiliki uang lebih, ada baiknya menyisihkan sedikit uang untuk dimasukkan ke kotak infak untuk pengembangan dan perawatan lokasi Bukit Panguk Kediwung. Bukit panguk Kediwung dibuka untuk wisata mulai pukul 05.00 – 18.00 WIB.
Negeri Di Atas Awan, Bukit Panguk saat pagi hari
Rute Menuju Bukit Panguk Kediwung
dari Jogja menuju ke Bukit Panguk Kediwung ini cukup mudah dijangkau. Rute menuju Bukit panguk Kediwung cukup mengikuti arah ke Kebun Buah Mangunan yaitu dari pusat Kota Jogja, ambil arah terminal Giwangan dan lurus saja ke arah selatan hingga ke Imogiri, dan sebelum arah Makam Imogiri ambil kanan, dari situ sudah ada petunjuk menuju ke Kebun Buah Mangunan, ikuti saja jalannya hanya satu arah. Jika sudah sampai di area Kebun Buah Mangunan, akan ada petunjuk arah ke Bukit Panguk Kediwung Dlingo, dari situ masih sekitar 2 km lagi, atau kalau masih kurang jelas silakan tanya warga di mana Dusun Kediwung. Jalan rute menuju Bukit Panguk Kediwung ini cukup ekstrim karena jalannya yang naik turun dan tidak rata, disarankan untuk menggunakan sepeda motor dengan kondisi prima.
Foto : Dokumentasi Member Pecinta Obyek Wisata Yogyakarta
Fotografer : Ariv
Sabtu, 26 November 2016
PUNCAK WATU LAWANG DLINGO BANTUL YOGYAKARTA | POWY_YOGYAKARTA.COM
Selalu ada yang baru di Jogja. Setelah heboh dengan Hutan Pinusnya, kini Jogja juga menawarkan spot foto baru yang nggak kalah cantiknya. Watu Lawang namanya. Apa saja yang menarik dari objek wisata hits yang satu ini? Yuk tengok bersama!
Watu Lawang berada di kawasan Desa Wisata Mangunan, yang terletak di perbukitan Dlingo. Perbukitan hijau ini masuk dalam wilayah Kabupaten Bantul, kabupaten yang berada di sisi selatan Jogja. Selain menawarkan hijau dan sejuknya pemandangan, ternyata ada hal lain yang ditawarkan oleh objek wisata yang tengah hits ini.
Mungkin mendengar nama Watu Lawang bukan merupakan hal baru lagi. Pasalnya di Gunung Kidul juga memiliki pantai indah dengan nama serupa, Watulawang. Dalam bahasa Jawa, watu berarti batu dan lawang berarti pintu. Dengan berbagai keindahan yang ditawarkan, Watu Lawang ibarat “pintu” untuk menikmati keindahan alam yang sebenarnya.
Seperti halnya berbagai destinasi wisata lainnya, Watu Lawang juga menawarkan spot foto yang oke punya. Salah satu yang kini tengah menjadi perbincangan media adalah jembatan bambu yang berada di Watu Lawang ini. Pasalnya jembatan bambu ini ibarat jendela untuk menikmati area perbukitan yang berada di samping kawasan wisata Watu Lawang.
Tidak seperti lokasi lainnya yang kerap digunakan untuk selfie, foto di puncak Watu Lawang paling oke jika diambil dari arah belakang, dengan posisi wisatawan yang tengah asyik menikmati pemandangan. Dengan pose ini , foto akan terlihat begitu eksklusif.Meski terlihat begitu menawan, namun pastikan Anda untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan, baik saat berada di perjalanan ataupun saat akan berfoto di jembatan kayu ini!
Karena berada di area Desa Wisata Mangunan, tentu saja Anda harus melalui akses jalan khas pegunungan yang cukup berliku. Belum lagi jika pengunjung sedang membludak, tentu saja spot foto ini juga akan dikunjungi banyak wisatawan. Selain jaga diri, jangan lupa untuk antri!
Tiket: 3K
Alamat: Desa Mangunan, Kecamatan Slingo, Kabupaten Bantul, Jogja
Rute: Pertigaan Sebelum Simpangan Menuju Hutan Pinus – ambil kanan – ikuti papan penunjuk arah
GOA JOMBLANG GUNUNGKIDUL | POWY_YOGYAKARTA.COM
Bagi anda pecinta Wisata Alam di Jogja yang lebih menantang . Tak ada salahnya mencoba mengeksplore ke Wisata Goa Jomblang yang beralamat di Gunung Kidul , Daerah Istimewa Yogyakarta. Goa ini sangat cantik karena cahaya matahari yang hanya masuk segaris di Goa ini bak pesona Cahaya Surga yang sangat menawan. Untuk bisa mengulik lebih dalam salah satu Wisata Goa yang ada di Wisata Jawa ini memang di butuhkan keberanian dan kesiapan mental yang tinggi melihat medannya yang bisa dikatakan ekstrim.
Selain membutuhkan keberanian tinggi, untuk menelusuri Goa Jomblang Gunungkidul juga diperlukan penguasaan teknik Single Rope Technique (SRT) atau tali tunggal. Siapapun yang mengadakan kegiatan caving di Goa Jomblang ini wajib untuk mengenakan peralatan khusus yang memenuhi standar keamanan caving sebelum menyusuri goa vertikal ini. Selain teknik SRT, Anda juga wajib didampingi oleh ahli atau penelusur goa berpengalaman.
Goa Jomblang Gunungkidul termasuk jenis goa vertikal dengan tipe “Collapse Doline” yang terbentuk dari peristiwa amblasnya tanah ke dasar bumi beserta vegetasinya pada ribuan tahun lampau. Runtuhan dari peristiwa alam tersebut akhirnya membentuk “sinkhole” atau sumuran menganga, yang dalam bahasa Jawa lebih populer disebut Luweng. Karena memiliki mulut goa yang luas dan cukup besar (kurang lebih 50 meter), maka mulut Goa Jomblang sering juga disebut Luweng Jomblang.
Goa Jomblang Gunungkidul memiliki ketinggian beragam, mulai dari 40 meter hingga 80 meter dari bibir ke dasar goa. Jika Anda baru pertama kali berpetualang di goa vertikal ini, direkomendasikan untuk mencoba yang paling pendek terlebih dulu. Alamat lengkap dari Goa Jomblang berada di Padukuhan Jetis Wetan, Desa Pacarejo, Kec. Semanu, Kab. Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Jumat, 18 November 2016
PUNCAK KOSAKORA GUNUNGKIDUL | POWY_YOGYAKARTA.COM
Bukit Kasokara menjadi tujuan liburan di Gunung Kidul selanjutnya, lokasinya berada 2 KM dari sebelah timur pantai Drini. Di Bukit ini terdapat pemandangan yang sangat menakjubkan, yang terdiri dari hamparan rumput hijau yang bisa memberikan kesejukan.
Bukit ini tidak terlalu tinggi, kira-kira 50 meter saja. Namun setelah kita sampai di atas puncak bukit ini maka hamparan pantai Ngrumput, Drini, Kukup, Baron akan terlihat indah dari bukit ini. Dari hamparan pantai-pantai tersebut, kita bisa menikmati keindahan gelombang ombak, kelok-keloknya karang pantai dan birunya laut serta hijaunya rumput.
Tempatwisata.com
CURUG KEMBANG SOKA KULONPROGO | POWY.COM
Diantara terbilang daerah wisata menakjubkan di Daerah Istimewa Jogyakarta, tersebutlah Air Terjun Kembang Soka ( sering disebut juga air terjun Mbang Soka). Ia terletak di Padukuhan Gunung Kelir, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo.
Surga kecil ini muncul seolah oasis di dalam luasnya gurun, menghadirkan keindahan tanpa polesan, bagaikan anak gadis baru tumbuh dewasa. Letaknya yang setengah tersembunyi dibalik rimbunan hutan membuatnya bagaikan surga yang menjelma, pemandangan nya memuaskan mata, suara gemuruh air nya menenangkan jiwa. Meski sendirian, kita tidak merasakan sepi.
Ia dinamai Kembang Soka, karena asal dari salah satu sumber mata air nya adalah berasal dari bawah tanah dimana banyak tumbuh bunga soka di atasnya. Dan secantik bunga soka, air terjun ini memiliki keistimewaan tersendiri. Taburan air nya yang selain menyegarkan mengingat ia berada di desa Jatimulyo yang merupakan bagian dari barisan perbukitan Menoreh, juga jernih dan memiliki dua warna, perpaduan antara warna putih dan hijau toska nan lembut.
Air terjun ini berada pada posisi tertinggi di antara lokasi air terjun lain di sekitarnya, tidak heran tumpahan air nya sedemikian deras sehingga dapat dijadikan sumber pengairan bagi warga sekitar. Yang lebih unik lagi adalah bebatuan di sekitar air terjun tersebut, dimana kita bagai menyaksikan film fantasi hidup saat melihat bebatuan.
Warna terang kekuningan yang bermunculan dari dasar sungainya, saling menonjol membentengi kucuran air pada salah satu bagiannya, sementara jika kita menoleh ke samping kanan dan kiri kearah tebing di sekitar air terjun, kita menemukan bebatuan berwarna pekat kemerahan.
Air terjun ini hasil dari pertemuan tiga sumber air, yaitu mata air Kembang Soka (Toyotombo) yang seperti saya sampaikan diatas pada akhirnya menjadi nama air terjun ini, mata air Tuk Jaran atau dapat diartikan sumber rezeki, yang dijadikan warga tidak hanya untuk berwisata tetapi juga mencari berkah, dan juga mata air Kalimiri.
Ketiga mata air ini menjelma menjadi aliran tiga air terjun kecil setinggi kurang lebih 5 meter, 15 meter dan 30 meter. Ketiganya kemudian bertemu pada satu aliran terbesar setinggi kurang lebih 40 meter.
Wisata air terjun ini terbilang masih baru dikelola secara serius sebagai obyek wisata yang menjadi potensi pendapatan daerah, usianya baru kurang lebih satu tahun. Sebelumnya, ia merupakan harta milik warga yang dibiarkan tumbuh secara alami.
Wilayah keseluruhan obyek wisata ini cukup luas, yaitu kurang lebih sekitar lima hektar. Tampak beberapa bagian sekitar kawasan ini masih tertutup hutan dan ada bagian yang sudah lebih tertata, agar memudahkan akses bagi pengunjung sekaligus menciptakan kenyamanan bagi mereka yang berwisata.
Contohnya adalah terdapatnya beberapa warung yang dibuka warga sekitar menyediakan berbagai makanan ringan. Pada salah satu bagian dari lokasi wisata ini juga terdapat beberapa jembatan bambu yang memungkinkan wisatawan dapat lebih mendekat ke area sungai.
Jembatan ini juga sekaligus membantu mempermudah wisatawan menikmati pemandangan sekitarnya, menjelajah lokasi yang sulit dijangkau pejalan kaki, selain itu, lokasi jembatan bambu ini cukup indah untuk lokasi berfoto.
Untuk mencapai lokasi air terjun ini, saat ini sudah terbilang lebih mudah, meskipun membutuhkan usaha. Tempat ini beralamat di di Jalan Sermo, Girimulyo, Daerah Istimewa Jogyakarta. Wisatawan yang berniat ke obyek wisata ini, sebaiknya mempersiapkan fisik yang cukup prima, karena diperlukan perjalanan kaki yang cukup panjang.
Pertama-tama, yang menjadi pencarian utama wisatawan adalah Desa Jatimulyo dimana menuju desa ini dapat diakses menggunakan kendaraan bermotor. Sesampainya di desa tersebut, sudah cukup banyak petunjuk arah yang sengaja dibuat warga untuk membantu wisatawan, namun kita harus berhati-hati dikarenakan beberapa wilayah yang lokasinya menurun tajam atau terdapat kerusakan jalan sebelum akhirnya sampai pada pintu masuknya.
Dari sini, wisatawan harus mulai berjalan kaki. Kendaraan roda dua maupun lebih dapat dititipkan pada warga maupun pengelola parkirnya dengan membayar Rp.1000,00 saja, sedangkan untuk menikmati obyek wisata nya kita hanya diwajibkan membayar biaya retribusi kepada warga yang sekaligus menjadi pihak yang mengelola wilayah ini sebesar Rp.3000,00 saja.
Tentu saja masih banyak yang perlu diperbaiki bahkan mungkin dibongkar untuk ditata kembali terkait obyek wisata ini, dan hal ini diperlukan kerjasama yang utuh dari pemerintah daerah dan warga sendiri. Seperti misalnya infrastruktur jalan dan aksesnya, petunjuk jalan yang lebih tertata rapi atau fasilitas rumah makan dan tempat beristirahat bagi wisatawan.
Namun bagi kita wisatawan dan pengunjung juga sebaiknya ikut berperan serta di dalamnya, dengan mempromosikan tempat wisata indah ini, selain untuk memperluas wawasan kita terhadap keindahan negeri kita juga membantu warga sekitar untuk memperoleh penghasilan lebih, namun sekaligus menjaga keasriannya tetap terjaga, jangan sampai surga ini berubah menjadi neraka, karena ulah kita sendiri
Photo By : Gigex Chelsea Aja
Powy.com
Senin, 14 November 2016
KARTS TUBING SELOKAN MATARAM YOGYAKARTA
Tubing Selokan Mataram Yogyakarta merupakan suatu wisata air terbaru yg berada di seputan selokan mataram dengan 1 buah ban karet per orang anda bisa menikmati suasana di Selokan Mataram . Beberapa atraksi air ini di potret langsung oleh tim pecintaobyekwisatayogyakarta.blogspot.com .
Kart Tubbing Selokan Mataram ini Start di Seyegan yang berada di dusun Mranggen, desa Margodadi, kecamatan Seyegan, kabupaten Sleman. Di sekitar tempat tersebut ada anak tangga turun menuju ke area tepi selokan. SELOKAN MATARAM yang berkedalaman 1 setengah meter tak membuat takut para peserta .Peserta yang sudah mengenakan pelindung kaki, pelindung tangan, alas kaki, dan jaket pelmpung langsung berjalan turun sambil membawa ban karet. Sebelum dimulai, pemimpin rombongan mengajak seluruh peserta untuk berdoa agar diberi keselamatan ketika melaksanaan tubing sungai (river tubing/mini rafting).
Jalur Selokan Mataram pertama yang dilewati memiliki arus sungai yang tenang karena lebarnya selokan. Peserta akan dihibur dengan suasana pedesaan yang berada di samping kanan dan kiri selokan.
Pada tengah-tengah perjalanan Tubing Selokan Mataram, peserta akan mendapat tantangan melewati lorong selokan sempit sepanjang 10-15 meter. Lorong selokan ini sebenarnya merupakan jembatan dimana dibagian bawah merupakan aliran sungai lain yang mengarah ke selatan sedangkan Selokan Mataram sendiri mengarah ke timur.
Perjalanan Tubing Selokan Mataram berakhir atau finish di sekitar dusun Nambongan, desa Tlogoadi, kecamatan Mlati, kabupaten Sleman. Peserta dipersilakan naik ke atas selokan dari tepian selokan yang terdapat anak tangga naik. Acara dilanjutkan dengan membersihkan diri dan mandi di kolam pemandian atau Sendang Temanten Nambongan yang letaknya cukup dekat dengan lokasi finish.
Salam PIKNIK